Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Juli 2012

Ini Tips Menulis Esai Beasiswa

By: Unknown On: 7/24/2012 11:33:00 PM
  • Share The Gag


  • KOMPAS.com – Informasi mengenai beasiswa dalam dan luar negeri memang banyak sekali kita dapatkan. Tapi terkadang, kendala yang dihadapi selanjutnya adalah pada saat menulis esai yang disyaratkan oleh institusi penyalur beasiswa tersebut. Perhitungan nilai mengenai hasil tulisan esai bisa saja menjadi pertimbangan yang sangat menentukan untuk memperoleh beasiswa.


    Pertimbangan ini menjadi hal yang sangat krusial karena dari esai itulah institusi dapat mengenal lebih dekat mengenai pelamar beasiswa. Dari esai pula, institusi penyalur beasiswa dapat mengetahui latar belakang etnis, akademik, dan budaya berbeda yang dimiliki pelamar beasiswa.
    Hal pertama yang harus Anda perhatikan ketika membuat esai pribadi adalah, institusi memberikan kesempatan kepada Anda untuk menunjukkan keunikan dan  kelebihan dari diri Anda. Gunakan kesempatan tersebut untuk mempromosikan diri sehingga Anda layak mendapatken beasiswa tersebut.
    Ada pun, 10 tips untuk menulis esai beasiswa secara efektif adalah:
    1. Bacalah dengan cermat petunjuk esai yang diminta oleh institusi. Jangan pernah langsung menulis esai sebelum Anda memahami betul petunjuk tersebut;
    2. Ciptakan dan desain ide dan gagasan Anda dengan unik dan menarik;
    3. Siapkan outline atau garis besar sebelum menulis esai pribadi Anda;
    4. Ketika mempersiapkan garis besar dalam tulisan Anda, usahakan garis besar tersebut dapat menjawab pertanyaan yang ingin diiketahui oleh institusi penyalur beasiswa;
    5. Tulislah esai pribadi Anda secara sempurna dan jelas, sehingga tidak akan ada pertanyaan yang ditimbulkan dari tulisan tersebut;
    6. Gunakan kalimat yang sederhana, jelas, dan tata bahasa yang benar;
    7. Ketika menuliskan prestasi akademik, tulislah dengan percaya diri, tetapi hindari kata-kata yang terkesan sombong;
    8. Perhatikan tulisan secara rinci. Jangan sampai ada kesalahan penulisan, salah ejaan, salah ketik, penyusunan kata yang buruk, ataupun kesalahan tata bahasa;
    9. Sebelum mengirimkan esai pribadi Anda, baca kembali dan periksa esai tersebut apakah sudah memenuhi kriteria yang diinginkan oleh institusi atau tidak;
    10. Mintalah seorang rekan, guru, atau orang lain yang memiliki keterampilan menulis untuk meninjau esai Anda, dan mintalah saran kepada mereka.
    Semoga berhasil, ya!
    Sumber: Kompas

    Rabu, 11 Juli 2012

    Serba Online di Pimnas 2012

    By: Unknown On: 7/11/2012 11:46:00 AM
  • Share The Gag

  • YOGYAKARTA – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai panitia penyelenggaraan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) Ke-25 akan menerapkan sistem teknologi informasi terpadu selama kegiatan adu intelektualitas mahasiswa se-Indonesia berlangsung. Pimnas ke-25 akan dihelat pada 9-14 Juli 2012.

    Kamis, 21 Juni 2012

    PTN Sambut Ujian Mandiri Bersama

    By: Unknown On: 6/21/2012 09:41:00 AM
  • Share The Gag


  • Format pelaksanaan ujian mandiri bersama perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia segera dibahas. Pada dasarnya perguruan tinggi negeri (PTN) menyambut baik ujian mandiri bersama yang direncanakan mulai tahun 2013 untuk mengantisipasi penghapusan seleksi

    Selasa, 22 Mei 2012

    Salam SATU Indonesia

    By: Unknown On: 5/22/2012 10:26:00 PM
  • Share The Gag

  • Jumat, 18 Mei 2012

    PANDUAN MENULIS JURNAL ILMIAH

    By: Unknown On: 5/18/2012 02:29:00 PM
  • Share The Gag

  • 1. Panduan Menulis Jurnal Ilmiah

    Mendiknas Jerman Dituduh Plagiat

    By: Unknown On: 5/18/2012 07:44:00 AM
  • Share The Gag
  • Mendiknas Jerman Anette Schavan menghadapi tuduhan plagiat pada tesisnya. (Foto: corbis.com)
    Mendiknas Jerman Anette Schavan menghadapi tuduhan plagiat pada tesisnya. (Foto: corbis.com
    JERMAN - Menteri Pendidikan Nasional Jerman Anette Schavan menghadapi dugaan bahwa sebagian dari tesisnya merupakan plagiat. Schavan menolak tuduhan tersebut dan mengklaim, University of Düsseldorf yang menerbitkan gelar doktornya, telah menguji tesisnya tersebut. 

    Schavan diduga telah mencantumkan kutipan hasil penelitian Sigmund Freud yang diklaimnya melalui sumber asli. Padahal, politikus dari partai Demokrat ini mendapatkan kutipan tersebut dari literatur lain yang mengutip Freud. Artinya, Schavan mengutip Freud dari sumber sekunder. Schavan pun gagal untuk menujukkan sumber sekunder tersebut.

    Fakta ini menunjukkan kesan bahwa Schavan membaca sendiri karya Freud sebagai rujukan tesisnya. Tuduhan yang dialamatkan ke beberapa halaman tesis Schavan ini memang tidak segamblang tuduhan plagiat yang dialamatkan ke Menteri Pertahanan Jerman Karl-Theodor zu Guttenberg tahun lalu. Akibat kasus tersebut, Guttenberg bahkan dipaksa mundur dari jabatannya.

    Seperti dilansir University World News, Kamis (17/5/2012), Vroniplu, platform internet yang mengidentifikasi halaman-halaman bermasalah dari tesis Schavan, menolak mempublikasikan tesis tersebut. Dugaan ini sendiri diterbitkan oleh sumber di Vroniplu yang memilih tetap anonim.

    Bagaimanapun juga, University of Düsseldorf, tempat Schavan mendapatkan gelar doktornya 32 tahun lalu, telah membentuk sebuah komisi untuk mengulas kembali tesis Schavan. Ketika itu Schavan menulis tesis berjudul Person und Gewissen – Studien zu Voraussetzungen, Notwendigkeit und Erfordernissen, yang memfokuskan pembahasan pada individu dan hati nurani mereka.  

    Tuduhan yang dialamatkan ke Schavan pun harus dibuktikan kebenarannya, mengingat komentar blak-blakan Schavan tentang kasus plagiat Guttenberg tahun lalu. Ketika itu Schavan berkata, setelah menyelesaikan studi doktoral 31 tahun lalu dan mensponsori banyak kandidat doktor sepanjang kariernya, dia tidak hanya "diam-diam merasa malu". Pernyataan ini menambahkan pernyataan Schavan sebelumnya yang menyebut insiden Guttenberg sebagai "bukan pelanggaran kecil" dan menekankan pentingnya nilai properti intelektual.  

    Menurut guru besar hukum di Munich, Volker Rieble, gelar doktor Schavan dapat dicopot jika tuduhan ini benar. Schavan sendiri pernah dianugerahi gelar Profesor Kehormatan oleh Free University di Berlin pada 2009.

    Sementara, mewakili partai oposisi, Sosial Demokrat, Dagmar Ziegler menyatakan, "Jika tuduhan tersebut terbukti benar, maka Schavan tidak dapat lagi dipertahankan sebagai menteri, apalagi sebagai menteri pendidikan."(dd)
     
     
    Admin
     

    Kamis, 17 Mei 2012

    Kampus Pencetak CEO Dunia

    By: Unknown On: 5/17/2012 08:16:00 AM
  • Share The Gag
  • Kampus Massachusetts Institute of Technology (Foto: Huffington Post)

    BANYAK hal yang perlu kamu lakukan jika ingin menjadi CEO top dunia, dimulai dengan memilih kampus yang benar.

    Menurut data US News & World Report, Harvard University mengoleksi 65 gelar yang diraih para CEO dunia, kebanyakan adalah master dalam administrasi dan bisnis (MBA). Selain Harvard, gelar-gelar akademik tersebut diraih melalui belasan kampus bergengsi lainnya.

    Berikut daftar 13 kampus pencetak CEO dunia seperti dilansir Huffington Post, Rabu (16/5/2012).  

    1. Harvard University : 65 CEO
    2. Stanford University: 27 CEO
    3. University of Pennsylvania: 24 CEO
    4. Columbia University: 18 CEO
    5. University of Michigan--Ann Arbor: 14 CEO
    6. University of Notre Dame: 14 CEO
    7. University of Virginia: 14 CEO
    8. Cornell University: 13 CEO
    9. Dartmouth College: 12 CEO
    10. Indiana University: 11 CEO
    11. Northwestern University: 11 CEO
    12. Rutgers University: 11 CEO
    13. Massachusetts Institute of Technology: 10 CEO(rfa)
     
    Admin 

    Selasa, 14 Desember 2010

    PENDIDIKAN

    By: Unknown On: 12/14/2010 01:17:00 PM
  • Share The Gag
  • Dunia Pendidikan Harus Berhemat